“PENYEBAB LUNTURNYA RASA NASIONALISME KEBANGSAAN”
1. Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu atau masyarakat yang menunjukkan adanya loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Rasa ini sangat berhubungan dengan rasa patriotisme atau biasa disebut dengan rela berkorban. Rasa nasionalisme yang tidak diimbangi dengan rasa patriotisme berarti di dalam diri seseorang tidak sepenuhnya memiliki rasa nasionalisme.
2. Nasionalisme yang Dimiliki Bangsa Indonesia Di Era Globalisasi
Rasa Nasionalisme jaman dulu dengan jaman sekarang jelas sangat terlihat perbedaanya, jika dulu generasi muda bangsa Indonesia dengan rela berkorban bertaruh nyawa demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan indonesia yang kemudian rasa nasionalisme dan patriotisme tinggi yang mencapai puncaknya pada Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, berbeda dengan jaman sekarang di jaman modern atau tepatnya di era globalisasi ini, memudarnya semangat jiwa nasionalisme anak muda atau yang disebut dengan generasi penerus bangsa ini mulai memudar dikikis oleh jaman ke jaman.
3. Analisis Faktor Penyebab Menurunnya Jiwa Nasionalisme Generasi Muda Bangsa Di Era Globalisasi
Berikut ini adalah penyebab memudarnya nasionalisme dikalangan generasi muda :
• Faktor internal :
1. Pemerintahan pada zaman reformasi yang jauh dari harapan para pemuda, sehingga membuat mereka kecewa pada kinerja pemerintah saat ini. Hal ini terlihat dengan semakin terkuaknya kasus-kasus korupsi, penggelapan uang negara, dan penyalahgunaan kekuasaan oleh para pejabat negara membuat para pemuda enggan untuk memerhatikan lagi pemerintahan. Pemerintahan yang terjadi sekarang dianggap sangat kacau dan merugikan rakyat, oleh karena itu para pemuda semakin muak hingga akhirnya mereka merasa tidak bangga hidup di tanah airnya sendiri.
2. Sikap keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mencerminkan rasa nasionalisme sehingga para pemuda meniru sikap tersebut. Para pemuda merupakan peniru yang baik terhadap lingkungan sekitarnya. Jika suatu lingkungan bersikap baik, maka para pemuda juga akan tumbuh menjadi pemuda yang baik namun jika mereka tumbuh dalam lingkungan yang kurang baik mereka juga akan tumbuh menjadi pemuda yang kurang baik.
3. Demokratisasi yang melewati batas etika dan sopan santun dan maraknya unjuk rasa, telah menimbulkan frustasi di kalangan pemuda dan hilangnya optimisme, sehingga yang ada hanya sifat malas, egois dan, emosional.
4. Tertinggalnya Indonesia dengan negara-negara lain dalam segala aspek kehidupan, membuat para pemuda tidak bangga lagi menjadi bangsa Indonesia. Mereka justru bangga menjadi bagian dari negara lain misalnya merasa bangga ketika menggunakan produk luar negeri.
5. Timbulnya etnosentrisme yang menganggap sukunya lebih baik dari sukusuku lainnya, membuat para pemuda lebih mengagungkan daerah atau sukunya daripada persatuan bangsa. Mereka kehilangan semangat persatuan dan berjuang sendiri-sendiri di bawah sukunya. Mereka hanya merasa bangga terhadap daerahnya namun tidak bangga terhadap negaranya
• Faktor Eksternal :
1. Cepatnya arus globalisasi yang berimbas pada moral pemuda. Mereka lebih memilih kebudayaan negara lain dibandingkan dengan kebudayaanya sendiri, sebagai contohnya para pemuda lebih memilih memakai pakaian-pakaian minim yang mencerminkan budaya barat dibandingkan memakai batik atau baju yang sopan yang mencerminkan budaya Bangsa Indonesia. Para pemuda kini dikuasai oleh narkoba dan minum-minuman keras, sehingga sangat merusak martabat bangsa Indonesia. Jika hal ini berlangsung terus-menerus, tentu saja membuat rasa nasionalisme di kalangan para pemuda semakin luntur. Jika para pemuda sudah tidak memiliki rasa nasionalisme maka Bangsa Indonesia akan kehilangan sosok penerus bangsa yang baik. Hal ini menjadi tantangan serius bagi bangsa Indonesia.
2. Paham liberalisme yang dianut oleh negara-negara barat yang memberikan dampak pada kehidupan bangsa. Para pemuda meniru paham libelarisme, seperti sikap individualisme yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan keadaan sekitar dan sikap acuh tak acuh pada pemerintahan. Paham seperti ini akan membuat rasa persatuan semakin berkurang sehingga membuat bangggsa ini mudah dihancurkan dan diadu domba oleh bangsa lain.
3. Semakin hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri. Sebab, sudah semakin banyaknya produk luar negeri baik berupa makanan, pakaian dan sebagainya, yang membanjiri dunia pasar di Indonesia.
4. Globalisasi dan Memudarnya Semangat Kebangsaan.
Keinginan-keinginan untuk melepaskan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia merupakan wacana yang patut kita cermati. Adanya gerakan aceh merdeka, papua merdeka merupakan salah satu contoh semakin hilangnya semangat kebangsaan ditelan oleh eksklusifitas etnis, keinginan untuk merasa lebih baik jika hanya mengelola diri sendiri, dan sebagainya. Kebobrokan tersebut merupakan buah dari pemerintahan yang tidak benar dan buah dari adanya globalisasi yang mampu menyebar luaskan informasi kesegenap penjuru tanah air. Orang akan dengan mudah mendapatkan informasi tentang segala sesuatu. Untuk mengetahui kejadian di Jakarta, orang Irian tidak perlu ke Jakarta. Orang ingin berbicara dengan teman yang berbeda wilayah cukup dengan mengunakan telepon atau sms. Kemudahan-kemudahan tersebut merupakan hasil karya globalisasi yang menyebabkan ketergantungan.
Semua penyakit tersebut memang disebabkan karena beberapa hal, tetapi secara kultur kita sudah diaduk-aduk pihak asing selama bertahun-tahun dan kita terlena oleh suara-suara demokrasi dan hak asasi manusia yang terus mereka gemborgemborkan, padahal banyak yang belum memahami demokrasi di negara kita. Penyebab yang lain adalah semakin mudahnya interaksi universal antar manusia, antar negara tanpa batas-batas. Disamping itu kita tidak mau dikatakan sebagai bangsa yang tertinggal di era global yang melanda dunia ini. Interaksi tanpa batas tersebut tak mustahil mampu memporak-porandakan adat budaya yang menjadi jati diri bangsa yang akan melemahkan paham nasionalisme dan menimbulkan problem terhadap eksistensi Negara.
5. Cara menyikapi Dampak Globalisasi
Ada beberapa hal atau upaya yang bisa kita lakukan sebagai remaja dalam menghadapi globalisasi :
1. Mencintai produk dalam negeri.
Mencintai produk dalam negeri adalah sikap yang bisa dikembangkan untuk menghindari gaya hidup ala Barat yang berlebihan.
2. Menyaring budaya asing sesuai dengan panduan nilai, norma, dan tradisi lokal.
Untuk menghadapi globalisasi dan kemajemukan budaya, semua orang harus bisa menyaring kebudayaan asing sesuai dengan kebudayaan lokal.
3. Memahami nilai-nilai kebangsaan dan pancasila dengan baik.
Cinta akan nilai-nilai pancasila akan membantu kita untuk tetap menghormati budaya Indonesia meski sudah banyak budaya asing yang masuk ke kehidupan sehari-hari kita. Lalu apakah hanya kita saja yang harus berupaya menghadapi arus globalisasi? Hmm tentunya tidak, karena negara dengan pemerintahannya pun turut bertanggung jawab. Ada beberapa hal yang harus jadi perhatian pemerintah nih.
4. Meningkatkan daya potensi nasional
Dengan sumber daya alam dan manusia yang berlimpah, sudah seharusnya negara kita menjadi negara yang mampu memenuhi segala kebutuhannya secara mandiri. Tentunya dengan kualitas sumber daya manusia yang mampu mengolah sumber daya alam yang kita miliki, bukan lagi bergantung pada pihak asing.
5. Memasukkan kemajuan teknologi dalam pembangunan
Contohnya dengan menyediakan jaringan informasi yang menghubungkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, juga swasta baik dari dalam maupun luar negeri. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri kita.
6. Meningkatkan pengembangan usaha mikro
Indonesia memiliki potensi dan kekuatan pada ranah usaha mikro. Usaha-usaha mikro memiliki beberapa keunggulan, seperti menjadi penyedia barang-barang murah untuk rumah tangga maupun ekspor, efisiensi dan fleksibilitas yang tinggi, semangat usaha tinggi, profitabilitas yang tinggi, serta kemampuan pengembalian pinjaman yang tinggi.
7. Memanfaatkan forum-forum kerja sama Internasional
Tujuannya guna memperdalam kerja sama untuk saling menguntungkan, mendorong proses globalisasi perdagangan dan investasi, serta kerja sama ekonomi dan teknologi.
6. Cara Menumbuhkan Kembali Rasa Nasionalisme Bangsa Indonesia
Berikut ini adalah beberapa cara untuk mempertahankan kebudayaan Indonesia agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan asing yang bersifat negative :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dan kebudayaan dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia.
5. Memperkuat dan mempertahankan jatidiri bangsa agar tidak luntur. Dengan begitu masayarakat dapat bertindak bijaksana dalam menentukan sikap agar jatidiri serta kepribadian bangsa tidak luntur karena adanya budaya asing yang masuk ke Indonesia khususnya.
Komentar
Posting Komentar